RAMtiviNews | Rabu, 14 Januari 2026
Presiden Prabowo Subianto sekali lagi mengeluarkan perintah tegas kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (12/01/2026) untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jajaran manajemen Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini diambil setelah Presiden menyoroti praktik tidak sehat di tubuh BUMN, termasuk pembagian bonus tahunan kepada direksi meski perusahaan mengalami kerugian. Prabowo menegaskan, kepercayaan negara tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Prabowo menyoroti adanya “permainan tidak sehat” yang telah berlangsung bertahun-tahun dalam tubuh BUMN. Hal ini menjadi fokus utama dalam upaya pembenahan yang akan dilakukan.
Presiden Prabowo menyadari bahwa godaan yang akan dihadapi jajaran direksi BUMN akan sangat besar. Namun, ia menekankan pentingnya keteguhan dan integritas dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Kepercayaan yang diberikan kepada para Direksi BUMN harus dijaga dengan sebaik-baiknya demi kepentingan bangsa.
Prabowo juga meyakini bahwa banyak anak muda hebat yang siap berkontribusi jika ada kekosongan jabatan. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk mencari talenta terbaik yang memiliki semangat patriotik dan integritas. Pemimpin harus menjadi teladan, bukan sebaliknya.
Semangat patriotik dan cinta tanah air harus mendorong setiap individu di semua perusahaan BUMN.
Presiden Prabowo menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan yang berintegritas, mengutip filosofi “Ing Ngarso Sung Tulodo” atau memberi contoh. “Kalau pemimpinnya maling, anak buahnya tidak semangat,” ujarnya. Ini menunjukkan bahwa integritas pemimpin adalah fondasi utama keberhasilan organisasi. (9)



